Startup & MVP
Sebelum ada traction, setiap rupiah infrastruktur adalah rupiah yang tidak dipakai membangun produk. Mulailah dari satu instance kecil dan satu database terkelola, lalu tambah kapasitas hanya ketika grafik pemakaian memaksanya — bukan ketika rencana kapasitas memperkirakannya.
Cerita Nyata
Bagaimana ini berjalan di produksi
Empat orang, satu produk B2B, dan runway sembilan bulan. Tim Rapor.id butuh lingkungan produksi dan staging yang benar-benar terpisah, tapi anggaran infrastrukturnya lebih kecil daripada satu gaji junior.
Mereka mulai dengan satu instance produksi dan satu staging yang dimatikan otomatis setiap malam lewat cron. Database terkelola dipakai sejak hari pertama — bukan karena skalanya menuntut, tapi karena tidak ada orang yang bisa dialokasikan untuk mengurus backup.
- biaya bulan pertama
- Rp415rb
- dari nol ke produksi
- 12 mnt
- ops per minggu
- 0 jam
Sembilan bulan pertama kami jalan di dua instance. Yang menyelamatkan bukan harganya — tapi kami tidak pernah sekali pun begadang mengurus backup.
Arsitektur Referensi
Persis yang mereka jalankan
Nama paket di bawah ini sama dengan yang tercantum di halaman harga.
- Virtual Machines2.small × 2Satu produksi, satu staging yang mati tiap malam.
- Managed Databaseg2.mediumPostgreSQL terkelola, PITR 7 hari, tanpa DBA.
- Object Storage120 GBLampiran pengguna dan backup, dibayar per GB.
Yang Anda Dapat
Dirancang untuk beban kerja ini
Billing per jam
Matikan lingkungan staging semalaman dan berhenti membayarnya.
Resize tanpa migrasi
Naikkan CPU dan RAM di instance yang sama saat trafik datang.
Database terkelola sejak hari pertama
Backup dan failover bukan pekerjaan yang ditunda sampai ada insiden.
Dibangun Dari